Advertisements

Huawei's new Honor 20 smartphone is seen at a product launch event in London in 2019. REUTERS/Peter Nicholls

Huawei sedang dalam pembicaraan untuk menjual sebagian dari bisnis smartphone Honor dalam kesepakatan yang dapat bernilai hingga 25 miliar yuan ($ 3,7 miliar), Reuters melaporkan.

Huawei, yang menghadapi sanksi berat di AS, ingin mundur dari pengembangan ponsel Honor yang murah dan malah berkonsentrasi pada perangkat Huawei kelas atas, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Digital China Group, distributor utama untuk smartphone Honor, adalah yang terdepan untuk mendapatkan kesepakatan tersebut, orang-orang itu mengatakan kepada Reuters.

Itu bersaing dengan pabrikan smartphone Xiaomi Corp dan perusahaan elektronik Cina TCL Technology, kata mereka.

Merek Honor, kemampuan penelitian dan pengembangan, dan bisnis manajemen rantai pasokannya dapat dimasukkan dalam kesepakatan menurut dua orang.

Salah satu dari mereka mengatakan bahwa kesepakatan itu bisa berupa penjualan tunai, bernilai antara 15 miliar yuan ($ 2,2 miliar) dan 25 miliar yuan ($ 3,7 miliar).

Huawei dimasukkan dalam Daftar Entitas AS pada Mei 2019. Artinya, perusahaan Amerika dilarang berbisnis dengan Huawei, dan hanya dapat berdagang dengannya jika mendapat izin khusus dari pemerintahan Trump.

Digital China, TCL, dan Xiaomi tidak segera menanggapi permintaan komentar. Huawei menolak berkomentar.

Advertisements